Jakarta (Humas MTsN 42 Jakarta) – MTsN 42 Jakarta Timur melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mujahadah menyelenggarakan Salat Istisqa berjamaah pada Jumat (23/10/2026) di lapangan madrasah. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.15 hingga 08.00 WIB ini menjadi ikhtiar spiritual seluruh civitas akademika untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memberikan kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan alam. Pelaksanaan ibadah ini sekaligus menjadi momentum memperkuat keimanan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT.
Salat Istisqa diikuti oleh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan MTsN 42 Jakarta Timur. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghambaan dan kesadaran akan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rangkaian kegiatan dipandu oleh Ust. Sobari, S.Pd. selaku pembawa acara, Salat Istisqa dipimpin oleh Ust. Ombi Bali, S.Pd. sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan oleh Ust. Ismail, SHI. Peserta didik mengenakan seragam muslim, sementara guru dan karyawan mengenakan pakaian muslim dan muslimah.
Salat Istisqa merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hujan ketika manusia membutuhkan air. Melalui kegiatan ini, warga madrasah diajak untuk menyadari bahwa hujan merupakan salah satu rahmat Allah SWT yang sangat penting bagi kehidupan manusia, tumbuhan, hewan, serta keberlangsungan ekosistem. Momentum tersebut juga menjadi pengingat agar setiap insan senantiasa memperbanyak doa, istigfar, dan introspeksi diri serta meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Dalam keterangannya, Kepala MTsN 42 Jakarta Timur menyampaikan bahwa Salat Istisqa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membangun kesadaran spiritual di lingkungan madrasah. “Melalui Salat Istisqa ini, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh makhluk. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan keimanan, memperkuat kebersamaan, serta mengingatkan seluruh warga madrasah untuk senantiasa bersyukur dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Selain sebagai ikhtiar spiritual, kegiatan Salat Istisqa juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Madrasah menanamkan nilai keimanan, kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Peserta didik diharapkan memahami bahwa menghadapi berbagai kondisi alam tidak hanya membutuhkan usaha nyata, tetapi juga doa, introspeksi diri, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 42 Jakarta Timur juga mengajak seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan menjaga kebersihan, menghemat penggunaan air, merawat tanaman, serta membiasakan perilaku hidup yang bertanggung jawab. Sinergi antara doa dan ikhtiar nyata menjadi bagian penting dalam menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Salat Istisqa berjamaah, MTsN 42 Jakarta Timur berharap Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, menurunkan hujan yang membawa keberkahan, serta memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat keimanan, memperbanyak doa, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan semangat kebersamaan dan penghambaan kepada Allah SWT, keluarga besar MTsN 42 Jakarta Timur berharap ikhtiar ini menjadi jalan turunnya rahmat serta mempererat ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat. (\KA)





0 Komentar