MTsN 42 Jakarta Peringati Sumpah Pemuda, Perkuat Karakter Patriotik dan Empati Siswa

JAKARTA (Humas MTsN 42) — MTsN 42 Jakarta Timur menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Rabu (28/10/2026), dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Kegiatan ini menjadi momentum bagi madrasah untuk meneguhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian sosial di kalangan peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Upacara berlangsung dengan melibatkan peserta didik kelas VIII-2 sebagai petugas upacara di bawah bimbingan wali kelas Dian Ahyani Noor. Abid Reyhan Pradipto bertugas sebagai pemimpin upacara yang mengoordinasikan jalannya kegiatan. Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan upacara merupakan bagian dari pembelajaran karakter yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan di lingkungan madrasah.

Bertindak sebagai pembina upacara, Fachrul Alamsyah, selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Sarana Prasarana dan Pengembangan Mutu, menyampaikan amanat tentang relevansi semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan generasi muda saat ini. Ia mengajak peserta didik untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan para pemuda sebagai inspirasi dalam belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, ditekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik dan kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi mudanya. Kecintaan terhadap tanah air perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti menjunjung tinggi kejujuran, menghormati perbedaan, menaati aturan, dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Tema peringatan tahun ini juga mengandung tiga pesan utama bagi peserta didik. Patriotik berarti mencintai tanah air melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Sementara itu, berempati berarti memiliki kepekaan terhadap kondisi orang lain serta bersedia membantu tanpa membedakan latar belakang. Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman siswa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini, MTsN 42 Jakarta Timur terus mendorong penguatan pendidikan karakter yang selaras dengan pembentukan peserta didik berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian sosial. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga sarana edukasi untuk menginternalisasi nilai persatuan, gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di MTsN 42 Jakarta Timur diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang disiplin, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 perlu terus dihidupkan melalui prestasi, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan semangat patriotik, gigih, dan berempati, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya membanggakan secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (\KA) 


 









0 Komentar