Jakarta (Humas MTsN 42) – MTsN 42 Jakarta Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan Tobat Ekologis bertajuk “Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan” pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, MTsN 42 Jakarta Timur mengirimkan delapan siswa dan dua guru pendamping sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat pendidikan berwawasan lingkungan serta menanamkan karakter peduli alam kepada peserta didik.
Kegiatan Tobat Ekologis menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, laporan dan paparan, serta sambutan para menteri. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah peluncuran gerakan Tobat Ekologis yang ditandai dengan penggunaan gong, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi serentak Tobat Ekologis Indonesia ASRI untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, bersih, dan berkelanjutan. Bagi MTsN 42 Jakarta Timur, kegiatan ini sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Partisipasi delapan siswa bersama dua guru pendamping memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kelas. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan sederhana. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan mengurangi sampah,” ungkap salah satu guru pendamping MTsN 42 Jakarta Timur.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara para menteri dan peserta secara daring yang melibatkan sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Jawa. Dialog tersebut menjadi ruang berbagi pandangan serta penguatan komitmen dalam membangun sekolah berbudaya lingkungan. Salah satu peserta didik MTsN 42 Jakarta Timur menyampaikan, “Saya mendapatkan pengalaman dan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga lingkungan. Saya berharap dapat menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di madrasah dan mengajak teman-teman untuk lebih peduli terhadap kebersihan serta kelestarian alam.”
Humas MTsN 42 Jakarta Timur menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan Tobat Ekologis merupakan bagian dari upaya madrasah mendukung pendidikan berkarakter dan berwawasan lingkungan. “Kami memandang gerakan Tobat Ekologis sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh warga madrasah terhadap kelestarian alam. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan,” demikian pernyataan Humas MTsN 42 Jakarta Timur.
Melalui partisipasi dalam kegiatan Tobat Ekologis, MTsN 42 Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mendukung penguatan budaya peduli lingkungan di madrasah. Semangat yang diperoleh diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai kebiasaan positif, seperti menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, merawat tanaman, serta membiasakan perilaku hemat energi dan air. Dengan kolaborasi seluruh warga madrasah, MTsN 42 Jakarta Timur berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan sekolah yang ASRI, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan sekaligus membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi. (\KA)





0 Komentar